Langkah Gila ERK : Memutus Suplai Finansial BEKRAF Menembus Belantara Amerika


Penulis : Fachri S
Lega rasanya mendengar Efek Rumah Kaca (ERK) telah tiba di negara Amerika Serikat. Band yang getol menyanyikan lagu bertema kritik sosial ini bakal manggung di festival tahunan South by Southwest atau biasa disingkat SXSW yang diselenggarakan di negeri Paman Sam tersebut.

Sebagai salah satu wakil dari Indonesia di festival yang berisi, musisi, sineas film, dan lusinan orang-orang kreatif dari seluruh dunia, penulis merasa bangga. Ya, akhirnya ERK mendendangkan lagunya ke tempat yang lebih luas.

Namun rasa bangga itu bercampur kesal saat mengetahui ada oknum yang diduga melakukan pemborosan uang negara dari keberangkatan ERK ke festival SXSW. Keberangkatan ERK ke SXSW awalnya memang didukung oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) yang berhubungan langsung dengan panitia SXSW.

Karena band asal Jakarta tersebut merasa ada kejanggalan dalam harga tiket yang disediakan BEKRAF, di mana harga tiket tersebut jauh lebih mahal dari harga yang beredar di pasaran, maka ERK memutuskan untuk menarik diri sepenuhnya dari dukungan finansial BEKRAF.

Mereka menilai jika kejanggalan harga tiket tersebut merupakan praktik penghamburan uang negara dan bertentangan dengan hati nurani serta nilai-nilai yang selama ini disuarakan lewat lagu-lagu mereka. Hingga akhirnya ERK memilih berangkat menggunakan dana pribadi yang berasal dari para sahabat, pendukung dan pendengar musiknya.

Mana yang benar, ERK atau BEKRAF ? Bukan kapasitas penulis untuk menghakiminya. Namun yang perlu digaris bawahi adalah sikap tegas ERK yang patut diacungi jempol.

Keberanian mereka untuk memutus suplai finansial dari BEKRAF adalah suatu tindakan langka yang sukar ditemukan di dunia yang sudah gila ini. Padahal untuk berangkat dan tinggal di Austin selama beberapa hari ERK membutuhkan dana yang tidak sedikit. 

Di sisi lain, BEKRAF justru terlihat kaku dan tersudut atas insiden memalukan ini. Berdalih aturan dan regulasi, BEKRAF justru mempertontonkan tata kelola lembaga negara yang tidak efektif dan efisien. 

Sikap BEKRAF yang dinilai kurang kooperatif dalam membuka komunikasi antara ERK dengan panitia SXSW, serta penganggaran dana yang berlebihan untuk tiket keberangkatan ke Austin membuat publik patut menduga adanya upaya untuk melakukan pemborosan anggaran negara. 

Kita tentunya tak ingin ada kecurangan lebih lanjut dalam penyelenggaraan festival sebesar SXSW yang telah berlangsung selama 30 tahun. Apalagi BEKRAF adalah sebuah lembaga yang bertugas membantu presiden dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan di bidang ekonomi kreatif.

Tidak berlebihan rasanya jika penulis berulang kali memuji sikap ERK yang sejak lahir memutuskan untuk menyuarakan nilai-nilai perjuangan di setiap lagunya. Konsistensi ERK di jalur kritis membuat penulis berkeyakinan bahwa di luar sana masih banyak orang-orang yang memegang erat nilai-nilai kebenaran, meski jumlahnya tak seberapa dibanding orang-orang yang acuh kepada tanggung jawab sosialnya.

Orang-orang yang istiqomah memegang nilai-nilai kebenaran tersebut patut diberi apresiasi dan diikuti agar barisan perjuangan semakin kuat. Semoga ERK tidak bosan bernyanyi untuk mengingatkan kita bahwa perjuangan belum usai.



Kronologi polemik ERK dengan BEKRAF, dapat dibaca di tautan di bawah ini :
Bagaimana ERK Mundur Sebagai Delegasi Bekraf untuk SXSW
Klarifikasi Bekraf Soal Keberangkatan ERK ke SXSW 2018
BEKRAF Tak Serius Tanggapi Kejanggalan Harga Tiket
Kronologi dan klarifikasi versi ERK

No comments:

Powered by Blogger.