Lupa

Penulis : Wahyu F
Untuk kita yang terlahir dari pinggiran ibukota

Tak pernahkah kita sadar bahwa kita dipinggirkan?

Kebanjiran, kemiskinan, kemacetan

Polusi udara polusi air polusi tanah

Berapa banyak tetangga kita mengeluh?

Berapa banyak tetangga kita yang bekerja?

Menggantungkan hidupnya pada sampah

Menggantungkan hidupnya pada sungai

Menggantungkan hidupnya pada besi tua

Atau bahkan menggantungkan hidupnya pada kelihaian tangan, kelihaian mulut dan kelihaian tubuh

Rumah kita tak pernah layak untuk dihuni

Udara kita tak pernah layak untuk dihirup

Air kita tak pernah layak untuk sekedar mencuci baju

Lalu kita anak siapa kawan?

Negara ini sibuk dengan infrastrukturnya

Negara ini sibuk dengan tikus-tikusnya

Negara ini sibuk dengan kantongnya masing-masing

Negara ini sibuk dengan investornya

Hingga akhirnya negara ini lupa

Tanah, air, dan udara bukan milik kita lagi

Bagaimana ibu pertiwi tidak menangis?

Melihat anak-anaknya tidak dirawat dengan baik

Bagaimana Jenderal Soedirman tidak bersedih?

Melihat gunung menjadi tambang

Bagaimana kita mau makan?

Sawah kau jadikan jalan, pabrik, perumahan

Bagaimana kita mau bernapas?

Hutan kau jadikan sawit

Bagaimana kita mau hidup?

Sejak kecil kalian sudah meracuni kami

Dengan polusi

Dengan himpitan hutang

Dengan biaya hidup kami

Dengan biaya pendidikan kami

No comments:

Powered by Blogger.