Pekat

Penulis : Fauzie Nur Ramadhan
Kau selalu diganyang, tanpa ampun.
Dengan beringas, membabi buta.
Orang itu sudah gila, layaknya anjing kelaparan.
Tidak punya otak, sampah masyarakat.

Tuan Raja sudah buta sekarang!
Mau sampai kapan?
Begitulah manusia-manusia itu.
Menjadi bengis ternyata memang suatu jalan hidup.

Banyak omong di siang hari, rubah licik di malam hari.
Janji katanya, hanya bualan nyatanya.
Anak bangsa pinggiran, hanya berkutat pada citra dan wacana.
Tanda tiada kasih dengan bangsa sendiri.

Hidup selamanya itu hanya mimpi!
Dengan pintar mereka membodohi, tanpa ampun, tanpa lelah.

Tanah airku, mati.

No comments:

Powered by Blogger.