Resensi Buku Millennials and I-Generation Life: Mari Kita Menjadi Generasi Problem Solver

Penulis: Fauzie Nur Ramadhan
Beberapa tahun belakangan banyak penelitian yang membahas mengenai klasifikasi generasi, yang kemudian lahir penamaan dari generasi yang diklasifikasikan. Kita mungkin sering mendengar istilah Generasi Baby Bloomer, Generasi Milennial, dan juga Generasi Z.

Penamaan generasi tersebut bukan berarti tanpa maksud dan penjelasan, dan perbedaan yang ada di antara generasi tersebut memang menjadi isu unik untuk diteliti lebih lanjut. Di Indonesia sendiri, belum terlalu banyak buku referensi yang membahas mengenai hal tersebut, namun salah satu buku yang mencoba membahas mengenai isu tersebut adalah buku berjudul Millennials and I-Generation Life yang ditulis oleh Destiana Rahmawati.

Buku yang baru terbit pada tahun 2018 ini mencoba untuk menguraikan definisi dan juga ciri-ciri yang terdapat di dalam klasifikasi generasi yang ada, buku ini mencoba mengupas lebih dalam tentang anggapan yang beredar luas di masyarakat mengenai dampak positif dan negatif dari Geneasi Milennial, selain itu ada juga pemaparan mengenai contoh generasi Milennial yang terbukti berhasil membawa suatu inovasi dan membuat suatu perubahan sosial.

Bahasan yang terdapat di dalam buku ini dibagi menjadi 5 (lima) bahasan yang berbeda, 5 bahasan tersebut pun disusun guna memberikan pengantar secara umum sehingga pembaca diajak untuk memahami dengan mudah

Pada bab pertama, buku ini membahas mengenai definisi, ciri-ciri dan juga perbedaan antar generasi ke generasi. Dimulai dengan membahas mengenai Generasi Baby Bloomer, diikuti oleh Generasi X, lalu Generasi Y atau Milennial, kemudian Generasi Z atau I-Generation, dan yang terakhir mencoba mengulas mengenai Generasi Alpha.

Pada bab kedua membahas lebih terperinci tentang apa dan siapa Generasi Milennial itu, serta karakteristik, kemudian juga membahas fenomena unik yang terjadi di masa yang mulai dirasakan Generasi Milennial adalah generasi yang pada masa tumbuh kembangnya merasakan keadaan di mana internet mulai berkembang, sehingga membawa dampak terciptanya budaya baru yang tentu tidak mudah diikuti oleh generasi sebelumnya.

Perbedaan dalam melakukan komunikasi yang pada zaman sebelum adanya internet, orang-orang biasa melakukan komunikasi melalui tatap muka secara langsung, telefon, SMS, dan juga mengirim surat. Tetapi apa yang terjadi dengan Generasi Milennial berbeda, mulai munculnya aplikasi berupa layanan pesan singkat melalui internet dan juga media sosial, menciptakan pola komunikasi baru, setidaknya itulah yang coba disampaikan oleh penulis buku ini.

Bab ketiga membahas mengenai Generasi Milennial di Indonesia dan juga hubungannya dengan perusahaan startup. Tidak dapat dipungkiri, di zaman sekarang ini perusahaan startup adalah suatu terobosan yang dapat diusahakan untuk memecahkan berbagai permasalahan yang terjadi di kehidupan kita sehari-hari. Perusahaan startup yang banyak berkembang sekarang ini banyak dibangun oleh orang-orang yang termasuk ke dalam Generasi Milennial.

Di tengah arus kencang pertumbuhan internet yang semakin kencang, dan juga berbagai permasalahan yang terus muncul, pendiri-pendiri perusahaan startup tersebut hadir sebagai sebuah problem solver. Dengan muculnya Go-Jek, perusahaan ini banyak membantu masyarakat untuk dimudahkan dengan layanan ojek dan juga pesan antar makanan yang ada, selain itu masih banyak layanan yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna.

Perusahaan yang dirintis oleh Nadiem Makarim ini juga berhasil untuk mengurangi angka pengangguran, yang pada tahun 2016 saja Kepala BPS menyebutkan bahwa kehadiran ojek online memang menurunkan angka pengangguran, seperti dilansir oleh Tempo. 

Pun juga dengan kehadiran startup lain seperti Traveloka yang didirikan oleh Ferry Unardi mencoba menjawab permasalahan terkait pemesanan tiket pesawat yang dirasa terlalu lama dan merepotkan jika harus datang ke travel agent. Aplikasi ini membantu pengguna dengan mudah memesan tiket pesawat yang seiring berkembangnya perusahaan tersebut menghadirkan berbagai layanan lain seperti pemesanan tiket kereta dan juga hotel.

Pembahasan pada bab ketiga tersebut memang mencoba mengulas hal-hal yang dapat dilakukan oleh Generasi Milennial dalam menjawab berbagai permasalahan, dan juga mencoba menjawab sisi negatif yang banyak diperbincangkan orang seperti sebutan bahwa Milennial adalah generasi yang narsis, malas, dan juga generasi dengan etos kerja yang tidak baik karena kerap kali berpindah-pindah pekerjaan.

Hal yang coba diurai di dalam bab keempat adalah mengenai Generasi Milennial dalam pusaran hubungan sosial. Pada bab ini mencoba membahas secara rinci perbedaan budaya yang terjadi dengan orang tua dan anaknya yang merupakan bagian dari Generasi Milennial, seperti kebiasaan sehari-hari dan juga perbedaan komunikasi di antara keduanya. Kemudian juga membahas hubungan sosial yang terjadi dengan lingkungan pertemanan, asmara dan juga budaya pada ranah pekerjaan dan rekan kerja.

Pada bab kelima atau bab terakhir dari buku ini, penulis buku mencoba mengajak pembaca untuk lebih dekat dengan I-Generation, seperti apa I-Generation yang ada di Indonesia, karakteristiknya, cara I-Generation mendapatkan informasi dan juga perilaku generasi ini di dalam dunia kerja.

Secara umum, penulis buku ini menghadirkan pembahasan anti-mainstream yang sangat menarik untuk diteliti. Karena dengan mencoba mengetahui karakteristik generasi-generasi yang ada dan akan ada nantinya, dapat diperoleh berbagai manfaat yang bisa digunakan untuk ilmu pengetahuan dan juga sebagai upaya menemukan solusi dari problematika yang muncul.

Buku ini menawarkan bahasa yang populis, atau dengan kata lain mudah dimengerti oleh berbagai kalangan. Terkait desain buku yang ditonjolkan juga tidak membosankan, namun tanpa mengesampingkan substansi bahasan yang ada di dalam buku ini. 

Buku ini memang mengajak pembaca untuk mengenal lebih jauh tentang definisi dan juga klasifikasi berbagai generasi yang ada, terutama Generasi Milennial. Buku ini pun menggagas bahwa sebagai suatu Generasi Milennial, jangan lah hanya sebagai penikmat berbagai perkembangan teknologi yang hadir di kehidupan manusia, tetapi mencoba menawarkan invonasi dan melakukan transformasi menggunakan kemudahan tersebut menjadi solusi dari suatu permasalahan. 

Sayangnya buku setebal 152 (seratus lima puluh dua) halaman ini dirasa belum membahas terlalu rinci mengenai pembahasan yang dibawa karena hanya mengupas bagian luarnya saja, tetapi bagaimanapun juga buku ini menjadi salah satu buku yang ringan dan direkomendasikan bagi kalian yang ingin mengetahui tentang definisi dan klasifikasi suatu generasi.

No comments:

Powered by Blogger.