Untuk Tuan Sukar

Penulis : Rizal A
Begitulah Tuan,
Bagimu segalanya urusan sekarang dan sekarang
Merasa telah melakukan banyak hal-hal hebat,
Demi hujan pujian dan riuh tepuk tangan.
Setelah itu kau seenaknya tua,
pensiun, lalu mati.
Mati pula hingar bingar
Jasadmu dipuja, sebagaimana inginmu
Sedang nilai dan usaha tewas tak terawat.

Kau melupa Tuan,
Hidup tak seperti pasar malam
yang kau bisa pesta-pesta
berbahagia sepuasnya
meluapkan ego sekuatnya
lalu meninggalkan sampah dimana-mana.

Perhatikan Tuan,
Setelah lampu pestamu padam
Segalanya jadi temaram
Topeng kau singsingkan
Panggung disingkirkan
Kau kira semua selesai
Tapi hidup belum usai
Panggung baru juga dimulai
Bagi para pemulung tua
Bersama anak istrinya
Memungut sisa bahagia
yang kau curi darinya

Hadapilah Tuan,
Lengan manusia begitu terbatas
sedang keinginan tiada batas.
Rakus dan gila pestamu sekarang
Jadi malapetaka dikemudian
Maka cukup dan bersabarlah
Merawat sebaik-baik generasi.
Menyelaraskan ego
memperpanjang usia
meluaskan usaha
menguatkan kepalan
menyuburkan kekuatan
Demi terbeli bahagia
cita-cita kita bersama.

No comments:

Powered by Blogger.