Nyanyian Untuk Domba

Penulis : Wahyu F
Namun, canda itu mulai hilang


Canda para anak gembala sapi


Yang bernyanyi berulang-ulang


Melihat kandang menjadi rumah


yang menjadikannya sepi


Hilang sudah cita-cita


Merutuk asa menjadikannya abu


Diamnya kini melebihi seribu bahasa


Jawabnya hanya ingin kembali ke pelukan ibu


Hanya ibu tempat peraduannya


Karena hanya ibu yang membalas


dengan uluran tangan


Karena kejamnya dunia


tidak bisa dilawan oleh kerasnya ayah


Oh ibu,


Mengapa kau sangat halus hatinya?


Oh ayah,


Mengapa kau sangat keras mendidik kami?


Inginnya hanya ingin bisa bermain 


dengan anak-anak sebelah rumah itu


Yang menggusur lahan, yang menghilangkan cita


Yang menjadikannya tergerus oleh keras nya hidup


Tak ada jalan setapak yang dikelilingi pohon lagi


Tak ada sapi lagi


Tak ada beramah tamah lagi


Yang ada hanya dendam di hati


Layaknya bertetangga di kota besar itu


Diam adalah jawabmu yang paling berkesan


Karena tak ingin terluka


Kau bangun tembok besar dan tinggi itu


Berbahan dasar dendam


Berlatar luka


Dan kau sepuh dengan senyuman


Kini, kita sama dengan mereka


Yang pandai mengumpat


Yang pandai bersilat lidah


Yang pandai mengadu domba


Nyanyian itu bukan lagi lagu pengiring 


saat bergembala sapi


Nyanyian itu untuk domba


Domba aduan, lebih tepatnya

No comments:

Powered by Blogger.