NAIF




Penulis: Wahyu Febrianto
Ilustrasi gambar: Yoga Andi


Hai nak, kapan sayapmu patah?


Sudah terlalu lama bukan kau ada di atas sana


Tak inginkah kau coba cicipi hidangan tak bernyali ini?


Yang berselimut bulu domba sambil menancapkan belati.


Hai nak, kapan kau turun ke sini?


Tak kau lihatkah apa yang dilakukannya ini?


Kau ada di mana?


Atau, inikah tujuanmu membangun ini semua?


Hai nak, apa sebenarnya tujuanmu?


Kenapa bisa kau berlaku sesukanya?


Mana bisa kami menafsirkan inginmu


Jikalau engkau saja diam mematung seolah tanpa daya.


Hai nak, sudah tahukah kabar pagi ini?


Seharusnya kau sudah tahu


Lalu bagaimana tanggapanmu kini?


Atau jangan-jangan kalian sudah tahu sama tahu?


Hai nak, jika begitu lalu kami bisa apa?


Bisa saja kami tombak sayapmu agar jatuh


Tidakkah kau lupa?


Mereka itu berbeda dengan rombongan itik yang patuh


Jangan kau samakan hal itu


Tidak selamanya jabat tangan menyelesaikan persoalan


Tidak selamanya gencatan senjata itu menghentikan peperangan


Berhentilah dari ruang naifmu itu


Berhentilah membuat canda itu


Hai nak, sadarlah.


Sebelum kau tercabik lagi


Ruang-ruang itu tidak akan ada


Karena obrolan warung kopi tinggal kenangan kini.

No comments:

Powered by Blogger.