Ode Sepertiga Malam

Penulis: Aldian Andrew
Mana mungkin aku membenci malam? Ujar lelaki itu memecah keheningan

Tentu kau bisa membencinya

Bukankah bagimu hidup hanya di antara fajar saat datang dan senja ketika pulang?


Benarkah aku berkata demikian?

Ah seharusnya kau tahu, kenangan pun kadang tak setia dengan ingatan

Kali ini perempuan itu diam

Dia paham hidup bukanlah hasil akhir perjalanan, namun sekedar penundaan atas kepahitan


Kalau begitu segera jemput aku sebelum malam

Perempuan itu menjawab sambil menyesap minuman yang dipesan sebelum petang

Di pinggir jalan sebelum pelabuhan, mereka saling beradu dalam genggaman

Masing-masing menjawab pesan saat hujan menerjang

No comments:

Powered by Blogger.