Mengenal Identitas

Penulis : Aldian AW

Apakah identitas itu? KBBI mendefinisikan identitas adalah ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang; jatidiri

Dari definisi tersebut saya ambil contoh tokoh kartun Spiderman dan Peter Parker, apakah mereka berdua mempunyai identitas yg sama meskipun berbeda?

Kita menjawab ya karena kita semua tahu Peterlah orang di balik Spiderman sehingga tidak bisa digantikan orang lain. Jika Peter tidak tergigit laba-laba maka tidak ada identitas Spiderman yg dapat menyelamatkan penduduk dari kejahatan. Artinya identitas yang esensi adalah Peter Parker, namun benarkah?

Dalam beberapa kasus ternyata Spiderman dapat digantikan identitasnya oleh Spiderwoman yang menangkap penjahat di kota saat Spiderman sakit, begitu juga Venom yang bisa menggunakan jaringnya lompat dari gedung ke gedung di kota yang sama, saat Spiderman absen.

Mereka berdua disebut Spiderman oleh masyarakat melihat dari ciri khusus yang melekat. Dengan begitu identitas Spiderman bukanlah siapa yg di balik topengnya bukan? Lalu apa yg membuat Spiderman disebut Spiderman?

Filsuf abad 17 Leibniz mengatakan sesuatu / seseorang dikatakan sama jika mempunyai kesamaan pada atribut yang melekat padanya dengan yang lain. Dalam contoh Spiderman, jika mereka berdua adalah identitas yang sama, mari kita bedah :

Spiderman dikenal sebagai atribut yang cerdas menangkap penjahat sedangkan Peter Parker mempunyai atribut pelajar yang ceroboh. Spiderman mempunyai atribut sebagai musuh dari Venom, Peter Parker tidak punya atribut musuh selain bosnya si juragan pizza. Artinya mereka berdua bukan identitas yang sama meskipun faktanya mereka hanya 1 orang.

Mau lebih ribet tentang identitas? Spiderman punya atribut yang berbeda-beda tergantung di film buatan siapa dan siapa penulis ceritanya. Begitu juga Peter Parker, di satu film dia digambarkan sebagai mahasiswa tapi di film yang lain dia masih remaja SMA, namun demikian mereka tetap mempunyai identitas Spiderman dan Peter Parker, mengapa?

Untuk membahas mengenai identitas lebih lanjut maka kita akan mengenal konsep esensi dan aksidental. Definisi esensi adalah esuatu dapat dikatakan sesuatu tersebut jika ada inti yang melekat padanya dan membedakannya dengan yang lain. Sedangkan definisi aksidental adalah jika sesuatu ciri diambil bagian daripadanya maka tidak merubah sesuatu tersebut menjadi sesuatu yang lain.

Untuk penjelasan ciri aksidental mari membayangkan seekor kucing. Kucing tetap disebut sebagai kucing meskipun tanpa ekor, tanpa kumis atau suara meongnya, ini contoh ciri aksidental karena kita tetap menyebut kucing meski telah dihilangkan beberapa cirinya.

Untuk contoh ciri esensi mari kita ambil contoh sebagai pohon. Pohon tanpa daun tetaplah kita sebut pohon, pohon yg tumbang di jalan pun sama, tetap kita sebut sebagai pohon. Lalu ciri apa yang melekat pada pohon sehingga sesuatu tersebut diberi identitas pohon? Daunnya, batangnya, akarnya?

Ambil contoh lain yang berhubungan dengan pohon namun berbeda bentuk, yaitu sebuah buku? Apakah buku dapat kita sebut pohon karena esensi buku adalah pohon dilihat dari proses pembuatannya? Kapan sebuah pohon kehilangan identitasnya sebagai pohon dan berubah menjadi buku? Saat pohon ditebangkah, saat pohon itu masuk pabrik pengolahan kayu atau saat menjadi kertas?

Heraclitus mengatakan segala sesuatu berubah seperti kayu yang terbawa aliran sungai. Identitas kita meskipun diam saja tetap bukanlah kita yang sebelumnya karena  kita terlingkupi oleh keberadaan waktu yang membuatnya berubah, atau dalam bahasa puisinya Sapardi DD : sesaat adalah abadi. Ini kalimat sederhana tapi sangat dalam maknanya jika dipikirkan.

Pemahaman identitas menjadi penting jika kita ingin mengetahui obyek apa yg sebenarnya kita miliki dan nilai apa yang sebenarnya kita punya. Dan masalah identitas berkaitan juga perspektif filsafat yang kita yakini sebagai sebuah kebenaran.

Kaum eksistensialis bahkan mengatakan tidak ada esensi sama sekali dari segala sesuatu, sebab identitas terkurung di dalam konsep bahasa, tapi itu kita bahas nanti.

Salah satu aliran lain filsafat membedakan identitas sesuatu dengan sesuatu yang lain karena fungsinya, dimana identitas dapat dipertukarkan dengan barang yang lain selama bernilai fungsi sama.

Kita ambil contoh dengan obyek uang. Jika saya punya uang 100 ribu dan saya gunakan untuk membeli buku, lalu saya mengambil uang lagi di ATM 100 ribu, apakah kedua uang tadi mempunyai identitas yang sama? jawabannya adalah ya karena kedua uang tersebut sama-sama bernilai 100 ribu dengan bentuk dan fungsi yang sama meskipun secara fisik uangnya berbeda dengan yang pertama.

Sekarang obyeknya kita ganti menjadi tas kesayangan milik anda. Jika teman anda menukar tas kesayangan anda dengan tas yang sama bentuknya sehingga tidak bisa dibedakan saat anda menggunakannya, apakah kedua tas itu sama? Jawabannya bisa ya atau tidak.

Jika anda suka tas tersebut karena bentuknya bagus, gambarnya keren dan muat banyak isinya maka tas tersebut mempunyai identitas yang sama.

Namun jawabannya bisa jadi berbeda dan sangat personal jika anda memberi identitas sebagai tas kesayangan karena menyimpan nilai kenangan dengan mantan kekasih anda (sehingga jadi tas kesayangan). Tas yang ditukar tersebut tidak lagi memiliki identitas yang sama bagi anda (meskipun secara bentuk sama persis)

Kedua contoh tersebut membuktikan identitas bisa ditukarkan bisa juga tidak. Satu lagi ternyata masalah identitas tidak hanya masalah yang tampak secara kasat mata saja, tetapi juga masalah di alam pikiran yaitu nilainya berdasarkan apa yang kita beri.

Demikian pemahaman singkat saya tentang identitas, kalo ada kesempatan saya akan berbagi lagi tentang identitas dan manusia, apakah yang disebut manusia itu?

No comments:

Powered by Blogger.