Resensi Novel Tiga Tahun Anton Chekov

Penulis : Aldian AW

Judul Novel : Tiga Tahun

No. ISBN9786022914266

Penulis : Anton Chekov

Penerbit : Bentang Pustaka

Tanggal terbit : September - 2017

“… Dan satu-satunya hal yang bisa menghibur dirinya adalah pikiran yang kasar, sekasar perkawinan itu sendiri, bahwa beribu-ribu orang juga melakukan hal yang sama ….” (Anton Chekov)

Bagaimana konflik yang terjadi jika menjalani pernikahan bukan karena cinta namun karena ada alasan lainnya? Novel berjudul Tiga Tahun karangan Anton Chekov ini akan membawa kita menyelami peristiwa tersebut dengan kisah kehidupan sang tokoh utama Laptev dengan Yulia istrinya dengan latar belakang negeri Rusia abad 19.

Cerita ini dimulai dengan sederhana, Alexei Fyodorovich yang biasa dipanggil Laptev adalah seorang anak pengusaha kaya raya asal Moskow dan jatuh cinta kepada seorang gadis di sebuah kota kecil di Rusia. Gadis yang membuat jatuh cinta Laptev tersebut adalah anak dokter yang sedang merawat Nina (Kakak Laptev) bernama Yulia Sergeyevna. Bagi Laptev Yulia adalah gadis idamannya yang selama ini dicari, Laptev merasa jatuh cinta pada pandangan pertama.

Dari sana cerita berlanjut dengan kisah Laptev yang secara tiba-tiba melamar Yulia saat mengembalikan payung Yulia yang tertinggal. Kata-kata ini meluncur begitu saja dari mulut Laptev meskipun belum kenal begitu dekat dengan Yulia. Tentu saja Yulia terkejut menerima lamaran tersebut, baginya sosok lelaki tersebut tak ada yang istimewa. 

Berbeda dengan perasaan Laptev, Yulia tidak jatuh cinta kepada Laptev. Meski begitu Yulia yang awalnya menolak Laptev mengambil keputusan mengejutkan, menerima lamaran Laptev dan bersedia menjadi istrinya.

Namun Laptev tidak merasa bahagia Yulia mau menerima lamarannya. Laptev sadar bahwa cintanya hanya bertepuk sebelah tangan dan Yulia menyetujui lamarannya hanya karena merasa tidak enak terhadapnya. Konflik batin inilah yang akan diceritakan di bab-bab selanjutnya, mereka berdua akan terjebak dalam pernikahan tanpa didasari oleh cinta dan berusaha menjalaninya dengan cara masing-masing hingga akhir novel.

Di Novel Tiga Tahun ini Chekov berhasil menggambarkan pertentangan batin Laptev dan Yulia serta cara yang mereka lakukan untuk melarikan dari dari pernikahan yang tidak membahagiakan tersebut dengan drama yang menarik.

Selain menceritakan konflik perasaan Laptev dan Yulia, kita juga akan dibawa ke kisah masa lalu Laptev dan saudaranya Fyodor yang sering disiksa oleh ayahnya saat masih kecil. Sesuatu yang menimbulkan trauma bagi Laptev dan Fyodor dan membuat mereka menanggung beban tersebut hingga dewasa.

Bagian lain novel ini menggambarkan bagaimana keadaan masyarakat Rusia (Moskow khususnya) dengan cerita perusahaan Laptev yang nantinya akan diwariskan dari ayahnya. Kita bisa melihat bagaimana pemilik modal di Rusia pada era tersebut meraih sukses dengan keuntungan penjualan yang luar biasa, namun di sisi lain juga memperlakukan pekerjanya dengan buruk.

Meski tipis secara halaman, namun isi novel Tiga Tahun ini berulang kali membuat saya melakukan dialog dengan diri sendiri. Percakapan-percakapan serta suara hati Laptev maupun tokoh-tokoh lain seringkali membuat saya melamun memikirkan ulang sambil merefleksi kehidupan saya, terutama tentang cinta dan pernikahan

Membaca novel ini juga membuat saya teringat bagaimana kita juga sering mendengar dan membaca cerita di dunia nyata yang menjalani kehidupan pernikahan tanpa cinta. Saya sendiri tidak hanya sekali menyaksikan hal tersebut di sekitar saya, “Lagipula apa ruginya?” Begitu kira-kira penjelasan mereka, setiap saya bertanya mengapa akhirnya mengambil salah satu keputusan besar untuk menikah meski bukan dengan orang yang dicintainya.

Novel yang diterbitkan di Rusia pada tahun 1885 ini merupakan salah satu dari ratusan karya Anton Chekov yang pernah terbit sebelumnya namun masih sedikit ditemui bukunya di tanah air kita. Chekov sendiri adalah sastrawan besar Rusia yang lebih dikenal dengan karya-karya teater dan cerita pendeknya. Konon ratusan cerpen yang dibuatnya adalah sebuah pengantar untuk naskah teaternya.

Karya-karya Chekov begitu dihormati di Rusia dan pernah meraih penghargaan Pushkin Prize (penghargaan sastra terbesar Rusia saat itu) semasa hidupnya. Menariknya karya-karya Chekov juga mengilhami banyak sastrawan di luar Rusia baik yang hidup sezaman maupun sesudah ia meninggal.

Untuk penerjemah novel Tiga Tahun ini adalah Sapardi Djoko Darmono. Selama ini saya mengenal sosok Sapardi Djoko Darmono hanya lewat buku puisi dan novel-novelnya. Tentu saja yang paling terkenal puisinya yang berjudul “Aku Ingin” yang sering dibaca saat orang sedang jatuh cinta. Saya baru tahu jika Sapardi juga menerjemah banyak novel, dan ini buku terjemahan pertamanya yang saya baca.

Sebagai penutup novel ini menurut saya sangat pantas dibaca bagi siapa saja yang tertarik dengan masalah kehidupan, cinta dan pernikahan. Bukankah problem hidup terbesar masyarakat tanah air kita hanya dua hal tersebut?

No comments:

Powered by Blogger.