Pulang

Penulis : Rahmah Zakia
Kita adalah penghuni rumah tanpa tahu caranya kembali. Di tengah-tengah kisah ini kita sama-sama tersesat. Kita sudah mencoba berbagai cara agar luka lama mangkir. Namun seperti batu, akhirnya kita hanya terdiam. Tidak ada lagi pembicaraan yang bisa kita mulai dengan candaan. Bagaikan anak kecil yang kehilangan tuntunan, kita terpelanting beberapa kali. 

Lalu siapa yang akan lebih dulu memutuskan untuk kembali? Siapa yang akan lebih dulu berdamai dengan luka dan merajut kembali cerita yang sempat terpenggal itu?

Entahlah, nyatanya ego kita masih sama-sama berada di puncaknya.

Di beberapa titik, aku pernah merasa lelah dengan pertikaian kita ini. Ingin rasanya pulang ke tempat-tempat yang kita pernah lalui bersama. Tapi sekelebat lagi bagian yang tidak pernah ingin kuingat datang tanpa permisi. Mengusik lagi egoku dan mencabik-cabik semua kata-kata manis yang ingin kuutarakan padamu.

Aku tidak tahu apakah kamu juga demikian, apakah kamu pernah rindu tentang suatu tempat yang pernah kita sebut rumah. Atau kamu sudah mulai mencari tempat persinggahan yang baru, atau bahkan sudah menemukannya? Tidak apa juga jika demikian. Tidak apa jika ternyata pulangmu bukan aku. Pun aku, akan mulai mencari rumah yang baru.

*Penulis bernama Rahmah Zakia, mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab din UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Penulis dapat dihubungi melalui alamat emailnyarahmahzakia590@gmail.com

No comments:

Powered by Blogger.