Secuil Pengantar Buat Nonton Film Joker

Penulis : Aldian AW
Siapa yang tidak mengenal Joker? Tokoh ini sering disebut sebagai musuh paling hebat, tidak hanya bagi Batman di kota Gotham tapi bagi semua penikmat budaya pop.

Joker disukai para pembacanya karena tampilan karakternya merupakan kombinasi unik keceriaan sekaligus kengerian. Trailer terakhir film Joker yang baru-baru ini menghebohkan dunia membuat orang penasaran dengan sosok badut yang mempunyai banyak nama samaran sekaligus penjahat yang paling disegani di kota Gotham.

Sejak muncul perdana di tahun 1940 oleh komikus DC : Bill Finger, Bob Kane dan Jerry Robinson, tokoh Joker sengaja diciptakan untuk menjadi seteru sang manusia kelelewar. Desain awal Joker merupakan imaji 3 komikus dari aktor Conrad Veidt di film The Man Who Laugh dan tentu saja terinsipirasi dari kartu Joker di sebungkus kartu remi yang sering mereka mainkan.

Awalnya Joker dibuat hanya sebagai tokoh musuh yang langsung mati dalam 1 serial komik Batman. Namun kemudian banyak pembacanya yang tertarik dengan keberadaan penjahat eksentrik ini.

Joker kemudian hadir di berbagai serial Batman hingga kepopulerannya pernah dinobatkan menjadi salah satu tokoh musuh terhebat yang pernah diciptakan versi majalah Wizard (majalah tentang komik di Amerika Serikat) pada tahun 2006.

Dari penjelasan yang ada di Wikipedia tokoh Joker dikenal memiliki masa lalu yang berbeda-beda tergantung siapa penulis ceritanya. Namun begitu ada benang merah antara tokoh Joker satu dengan yang lain yaitu kegilaan, teror, keceriaan, eksentrik dan rasa dendamnya kepada Batman yang tak pernah habis.

Dalam versi paling populer, tokoh Joker tampak sebelas dua belas dengan sang Batman yang tidak memiliki kemampuan adimanusia. Joker dikenal sering menggunakan racun sebagai senjata andalannya untuk meneror kota Gotham. Tentu saja tidak lupa pasukan badutnya yang berisi orang-orang gila dan kerap melakukan perbuatan kriminal di penjuru Gotham. 

Salah satu versi mengatakan penggunaan racun sebagai senjata tidak lepas dari Batman yang mendorongnya masuk ke dalam bak kimia beracun di tempat Joker bekerja hingga wajahnya berubah seperti badut. Racun dipakai Joker untuk mengingatkan Batman tentang peristiwa tersebut.

Joker pada versi komik lepas berjudul Killing Joke oleh Alan Moore, ia mengatakan setiap orang bisa menjadi dirinya jika orang tersebut mengalami trauma yang berat seperti yang dialaminya. 

Pada komik tersebut diceritakan Joker menculik anak Komisaris Gordon dan meneror mentalnya sebagai upaya membuktikan teorinya itu ke Batman. Meskipun pada akhirnya teorinya tidak terbukti sebab Batman berhasil menggagalkan usahanya, para pembaca Killing Joke sangat terkesan dengan pesan yang disampaikan Joker.

Menariknya di versi ini Joker merasa dia adalah korban sistem sosial yang tidak adil serta hanya menguntungkan kelas pemilik modal kota Gotham. Joker yang lahir di tengah keluarga miskin mempunyai dendam dengan keluarga Wayne yang memiliki kemewahan karena Wayne Enterprisenya, sedangkan di sisi lain kota Gotham masih banyak kemiskinan yang menyebabkan penduduk Gotham berbuat kriminal.

Lain komik lain pula di film, Joker versi Christoper Nolan di film trilogi Dark Knight menampilkah kisah berbeda tentang Joker. Di filmnya Nolan menceritakan kegilaan dan kejahatan Joker berasal dari trauma masa lalu yang dilakukan oleh ayahnya.

Munculnya wajah mirip badut dan hidung yang patah merupakan bekas luka Joker yang dilakukan ayahnya yang doyan mabuk serta menyiksa ibunya. Penyiksaan saat kecil itulah yang melahirkan sifat Joker yang kejam dan tega melakukan kejahatan tanpa ampun untuk membalaskan traumanya.

Dari berbagai versi tersebut, penggambaran Joker juga sering dikaitkan dengan berbagai macam ideologi yang ada di dunia nyata. Joker adalah simbol bagi para Nietzsche-an dengan parodi-parodi nakal namun cerdas tentang absurdnya dunia modern yang sering ditampilkannya. 

Ada beberapa edisi komik yang menceritakan alasan Joker melakukan teror semata-mata karena dia bosan dengan kehidupannya. Untuk itulah Joker selalu menampilkan kejahatan dengan perbuatan yang tidak terbayangkan sebelumnya oleh masyarakat Gotham hanya untuk kesenangan pribadinya.

Di sisi lain Joker juga disebut sebagai simbol ideologi anarkis karena kritiknya terhadap sistem kapitalisme yang berlaku di kota Gotham dan dicitrakan oleh keluarga Wayne. Joker berpendapat tatatan sosial di Gotham hanya bisa hancur sekaligus dan penuh tindakan teror oleh dirinya.

Belum lagi banyak orang berpendapat Joker adalah seorang Marxis, sebab dia tidak hanya sendiri dalam beraksi namun mengorganisir anak buahnya untuk berpikir seperti dia guna mengguncang tatanan kapitalisme kota Gotham.

Lantas yang mana versi Joker yang paling akurat? Barangkali tidak lagi penting membahas siapa Joker di masa lalunya, yang penting adalah apa yang Joker lakukan saat ini dan apalagi kejutan (baca: teror) yang akan dibuatnya, tentu saja kita baru dapat menikmati di film terbarunya nanti.

Lagipula seperti kata Joker sendiri, mengapa anda sangat serius?

No comments:

Powered by Blogger.