Peran Pemuda Menjawab Tantangan Pembangunan Global

Penulis : Hari Kusuma D
Tujuan Negara Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, salah satunya adalah mewujudkan kesejahteraan umum.

Artinya dalam setiap kebijakan yang dibuat oleh pemerintahan negara Indonesia haruslah berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat (welfare state). Untuk dapat mewujudkan hal itu, digunakan langkah pembangunan. Sejak Indonesia merdeka saat ini pembangunan tidak pernah ditinggalkan.

Pembangunan bagi Indonesia merupakan langkah yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi dapat menggerakkan kehidupan ekonomi, politik dan sosial budaya masyarakat, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat pula.

Pembangunan juga berkaitan erat dengan kehidupan politik pemerintahan, karena pembangunan diwujudkan melalui kebijakan-kebijakan dan program-program konkrit pemerintah (REPELITA atau RPJMN, RPJMP). 

Dalam perkembangannya muncul kesadaran terkait keterlibatan peran aktif masyarakat dalam menentukan arah dan kebijakan pembangunan. Hal ini berkaitan dengan dominannya peran negara dalam menentukan kebijakan pembangunan bagi masyarakat tanpa adanya keterlibatan masyarakat selama Orde Baru berkuasa.

Ketika Orde Baru, pembangunan begitu massif dilaksanakan, pertumbuhan ekonomi pesat, namun pada akhirnya malah menimbulkan krisis ekonomi yang menimbulkan penderitaan masyarakat pada krisis ekonomi tahun 1997. Proses pelibatan aktif masyarakat dalam pembangunan ini dapat kita sebut sebagai “pembangunan partisipatif”. 

Pembangunan partisipatif adalah langkah yang relevan untuk diterapkan saat ini, sebagai konsekuensi dalam mewujudkan konsep good governance.

Partisipasi masyarakat tidak hanya dimaknai sebagai partisipasi secara pasif, dalam arti masyarakat hanya sebatas mendukung saja kebijakan pembangunan yang dibuat oleh pemerintah. Namun dibutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam tahapan perencanaan, tahap pelaksanaan, serta tahap hasil dari pembangunan. 

Dalam tahap perencanaan partisipasi masyarakat dapat berupa pemberian saran terkait arah, strategi dan tujuan pembangunan dalam masyarakat serta analisis dampak pembangunan bagi masyarakat.

Selanjutnya pada tahap pelaksanaan, masyarakat dapat ikut memikul beban dan tanggung pembangunan serta ikut melakukan kegiatan produktif yang sesuai dengan kebijakan pemerintah.

Terakhir dalam tahap hasil dari pembangunan terjadi apabila masyarakat ikut menentukan dan ikut dalam pelaksanaan pembangunan yang telah dibuat. 

Dengan demikian konsep pembangunan partisipatif merupakan pembangunan dari, oleh dan untuk masyarakat sendiri. 

Indonesia Tangguh Menjawab Tantangan Global
Pembangunan partisipatif menghadapi tantangannya ketika Indonesia memasuki era globalisasi dalam berbagai aspek kehidupan. Persoalan globalisasi menjadi serius ketika pengaruhnya berdampak pada kehidupan ekonomi masyarakat Indonesia.

Adanya globalisasi ekonomi, terutama kebijakan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan meningkatkan kompetisi global pula. Artinya persaingan Sumber Daya Manusia (SDM) tidak hanya antar sesama warga negara Indonesia akan tetapi juga SDM negara lain. Untuk itu Indonesia harus menjadi negara “Tangguh”.

Gagasan dalam mengkonsep Indonesia sebagai negara yang tangguh dapat diwujudkan dengan memperhatikan SDM pemuda Indonesia yang berkualitas. Mengingat pula saat ini, Indonesia sedang mengalami bonus demografi dimana usia produktif masyarakatnya lebih banyak dari pada usia yang tidak produktif. Maka, SDM pemuda Indonesia harus dapat berkompetisi dengan SDM dari negara lain.

Peningkatan SDM Pemuda Indonesia yang berkualitas dapat dilakukan dengan jalan pendidikan dan non-pendidikan. Akan tetapi, yang lebih penting, SDM pemuda Indonesia haruslah kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi yang ada saat ini. Pemanfaatan dan penguasaan teknologi informasi merupakan modal dasar dalam menghadapi persaingan global, terutama yang paling dekat adalah era MEA. 

Partisipasi pemuda dalam mendorong pemerintah untuk dapat melakukan pembangunan dalam mendukung pengembangan daya kreatif dan inovasi.

Pembangunan infrastruktur berkaitan dengan teknologi informasi dapat dilakukan oleh pemuda pada setiap tahapan terutama tahapan perencanaan pembangunan.

Peran aktif pemuda dalam membuat industri kreatif dalam bidang teknologi informasi, misal membuat perusahaan Start Up, membuat aplikasi, membuat inovasi teknologi dapat dilakukan pemuda Indonesia dalam tahapan pelaksanaan pembangunan yang ada.

Dengan partisipasi aktif pemuda dalam tahap perencanaan dan pelaksanaan tersebut, maka hasil dan manfaat pembangunan dapat dinikmati pula oleh seluruh masyarakat Indonesia nantinya. Semoga!

*Hari Kusuma D, mahasiswa Pascasarjana Universitas Sebelas Maret yang sekarang aktif berorganisasi di Himpunan Mahasiswa Islam Badko Jateng-DIY. Hari dapat disapa di akun IG : hariku_

No comments:

Powered by Blogger.