Resensi Buku : LALITA - 51 Cerita Perempuan Hebat Indonesia

Penulis : Hernadi Tanzil
Judul : LALITA - 51 Cerita Perempuan Hebat Indonesia
Penulis : Abigail Limuria & Grace Kadiman
Editor : Anita Putri 
Penerbit : Lalita Project
Cetakan : I, 2019
Tebal : 107 hlm, art paper 

Abigail dan Grace, dua perempuan Indonesia yang sedang kuliah di Biola University Los Angels, Amerika Serikat berpikir, "Apa artinya menjadi peremuan Indonesia yang mencintai negaranya? Apakah Indonesia memiliki tokoh-tokoh perempuan yang hebat? Jika ada kenapa kita jarang mendengar kisah mereka?" 

Pemikiran tersebut dilanjutkan dengan niatan mereka untuk menulis kisah tentang perempuan-perempuan hebat di Indonesia. 

Melalui proses yang panjang, berkat ketekunan, kegigihan mereka dalam memilih dan menyempatkan diri untuk mewawancarai langsung 51 tokoh perempuan yang hendak diangkat kisahnya akhirnya terwujudlah buku berjudul Lalita : 51 Cerita Perempuan Hebat Indonesia. Lalita sendiri berasal dari kata Sansakerta yang berarti berharga, jelita, riang, dan pandai berucap yang oleh penulisnya direpresentasikan sebagai perempuan-perempuan Indonesia yang aktif, tak terbatas, cerdas, tangguh, dan berambisi. 

Sesuai judulnya, buku ini berisi kisah nyata dari 51 perempuan Indoesia yang cemerlang, berprestasi, menginspirasi, dan mengharumkan bangsa dalam berbagai bidang dan profesi antara lain seniman, olahragawan, ilmuwan, penyanyi, akitvis lingkungan hidup, galerist, pematung, fotografer, pembalap, presenter. politikus, menteri dan lain-lain yang disusun secara alfabetikal berdasarkan nama-namanya, 

Buku ini bukan seperti ensiklopedi tokoh-tokoh yang disajikan dalam kalimat-kalimat yang kaku melainkan dituturkan dengan cara berkisah yang ringkas seperti kita membaca sebuah cerpen. Dan sebagai penutup di setiap kisahnya terdapat kutipan kalimat inspiratif yang berasal dari masing-masing tokohnya.

Ada banyak hal yang menarik yang terungkap dari masing-masing perempuan hebat di buku ini, ada yang sudah sangat terkenal seperti Susi Susanti, Najwa Shihab, Grace Natalie, hingga para menteri yaitu Sri Mulyani, Susi Pudjiastusi, Retno Marsudi dll, namun ada juga perempuan-perempuan hebat yang mungkin belum dikenal oleh masyarakat luas antara lain; 

Aleta Baun (Mama Aleta), aktivis lingkungan yang memprotes sebuah perusahaan marmer yang hendak memotong gunung batu tanpa seizin masyarakat Mollo, Nusa Tenggara Timur. Mama Aleta bersama 150 perempuan lainnya duduk di kaki gunung batu sambil menenun kain tradisional sebagai bentuk protes. Protes yang bersahaja, tanpa kekerasan. 

Herawati Sudoyo, ahli genetika yang mempelajari kode genetika populasi. Selama 20 tahun ia mempelajari kode genetika lebih dari 130 suku di Indonesia. Ilmunya ini ternyata juga berguna ketika ada kasus pengeboman Kedutaan Australia tahun 2014. Dengan metode yang sudah biasa ia lakukan, Herawati berhasil mengidentifikasi pelaku bom dengan sangat cepat. 

Evvy Kartini, satu dari 10 ahli nuklir dunia. Selain ahli nuklir Evvy juga penemu penghantar listrik berbahan gelas. Penemuannya ini membuatnya diajak bekerja sama oleh berbagai negara maju di 5 benua. Di Indonesia ia mengaplikasikan penemuannya sebagai bahan baterai litium yang ramah lingkungan. 

Engel Tanzil, galerist yang membangun artspace Dia.Lo.Gue di kawasan Kemang Jakarta, galeri yang nyaman, modern, dan bebas diakses oleh semua orang termasuk bagi mereka yang berkebutuhan khusus. Engel kerap membuat pameran seni dengan berbagai konsep yang menarik. Salah satunya pameran "Warna-Warna" yang menampilkan karya anak-anak difabel. 

Selain isinya yang inspiratif buku ini juga dikemas secara artistik. Semua tokoh yang dibahas diberi ilustrasi indah yang merepresentasikan profesi, kepribadian, dan karakter dari masing-masing tokohnya. Uniknya setiap kisah diilustrasikan oleh 51 ilustrator yang berbeda sehingga membuat setiap gambarnya menjadi unik karena memiliki kekhasan sendiri sesuai guratan tangan masing-masing ilustrator. 

Yang agak disayangkan dalam buku ini adalah penempatan urutan tokoh-tokohnya. Karena ke-51 tokoh yang diceritakan terdiri dari berbagai macam profesi mungkin akan lebih baik jika penyusunannya bukan berdasarkan alfabetikal melainkan berdasarkan kategori misalnya ilmuwan, artis, seniman, olahragawan. Dengan demikian akan lebih memudahkan pembaca untuk mencari tokoh-tokohnya berdasarkan profesinya. 

Terlepas dari hal di atas kehadiran buku ini patut diapresiasi setinggi-tingginya karena mengenalkan tokoh-tokoh perempuan hebat yang patut diteladani. Karena masing-masing dikisahkan secara singkat buku ini juga dapat menjadi pintu pembuka bagi pembacanya untuk mengenal tokoh-tokoh yang ada lebih dalam lagi. Selain itu buku ini juga membuka mata kita semua, ternyata ada banyak perempuan-perempuan Indonesia yang hebat yang namanya jarang terdengar namun ternyata memberi kontribusi luar biasa pada Indonesia. 

* Penulis Hernadi Tanzil / Blogger buku bisa dikontak melalui surel htanzil@gmail.com

1 comment:

Powered by Blogger.